PEMIMPIN TAUBAT
PARA PEMAIN
1.RAJA ADIMARTA :
2.RADEN SANURAGA :
3.PATI :
4.GURU :
5.RAKYAT :
6.RAKYAT :
7.NARATOR :
PROLOG
Diceritakan pada suatu keraajaan terdapat seorang raja yang sangat lah kejam serta khianat kepada rakyatnya, raja selalu menarik pajak kpd rakyat secara paksa hingga rakyat menderita, suatu ketika datanglah raden sanuraga yang berusaha menyadarkan sang raja, namun raja menolak dan terjadi konflik diantarnya,akhirnya sang raja mengalah dan mau taubat. Serta menyerahkan kekuasaan kekerajaan kpd raden sanuraga.
DIALOG
NARATOR : “ASSLAMUA’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH” diceritaken pada suatu keraajaan terdapat raja yang amat tamak,kikir serta khianat kepada rakyatnya. Pada suatu hari sang raja ingin menaikan pajak dari rakyatnya hingga membuat para rakyat semakin menderita. Ingin tahu kisah kelanjutanya langsung saja kita yang satu ini.
(MASUKLAH
RAJA DAN PATI)
RAJA :
Hahahahaha, aku adimarta sang penguasa jagad raya.... patii... kemari kau
PATI : iyah
baginda raja, ada apa gerangann
RAJA : aku
mempunyai sebuah rencana,
PATI : jika
hamba boleh tahu. Rencana apakah itu raja...
RAJA : sekarang
kan musim panen dan juga musim kawin maka kali ini aku akan menaikan pajak ...
PATI : menaikan
pajak, tapi raja apakah sudah dipikirkan sebelumnya?
RAJA : ohh
tentu sudah. Dan rakyat ku pasti bisa menerimanya
PATI : tapi
raja, dimusim panen kali ini banyak rakyat yang gagal panen
RAJA : terus
masalah buat gua, itu sih salah mereka yg kurang rajin merawat ladang mereka,
pokonya aku akn tetap menaikan pajak
PATI : baiklah
raja. Tapi kalau boleh tau untuk apa raja menaikan pajak?
RAJA :
hahahahaha, aku akan menaikan pajak karna harta kekayaanku mulai berkurang
patii, tahukah kamu kan raja juga butuh banyak uang untuk ke pergi salon,
pedikyur medikyur, shopping, arisan antar raja...
PATI : ehh
cucoo de boo..
RAJA : baiklah
kalau begitu segeralah kau panggil rakyat untuk membayar pajak kali ini.
PATI : ya sudah
pergi dulu sanah....
(PATI PUN KELUAR DAN NARATOR MASUK)
NARATOR : ternyata sang raja tetap menaikan pajak
walaupun rakyat kesusahan untuk membayarnya, dan kanaikan pajak itu sangat
memberatkan rakyat, hingga nanti muncullah raden sanuraga yang berniat membatu kesusahan
rakyat. Ingin tahu kisah kelanjutannya kita langsung saja liat ke TKP
(PATI MASUK BERSAMA MEMBAWA RAKYAT)
PATI : baginda
raja, ini hamba sudah membawa para rakyat untuk menghadap kpd baginda raja
RAJA :
hahahahaha... kemari kau para rakyat ku sekalian
RAKYAT 1 :
mohon maaf baginda, ada apa gerangan kami semua dibawa kesini?
RAJA :
hahahahah, dengarlah para rakyatku, aku memanggil kalian kemari untuk
memberitahukan bahwa bahwa pada kali ini kalian harus membayar pajak 2x lipat,
karna aku tau ini adalah musim panen...
RAKYAT 2 : apah
dua kali lipat... apakah tidak salah baginda raja..
RAJA : TIDAK... aku sudah memikirkanya, dan kalian
pun pasti akan mampu membayarnya...
RAKYAT 1 :
tapi raja panen kita kali ini sangat menurun
RAJA : itu sihh
DL, pokoknya kali ini juga kalian harus bayar pajaknya, cepat...
RAKYAT : baik
raja....
(RAKYAT PUN MENJADI SEDIH DAN MASUK RADEN SANURAGA)
RADEN : mohon
maaf kisana, saya liat kalian sungguh sedih sekali. Sebenanya ada kejadian apa
kisana?
RAKYAT : sang
raja menarik pajak terlalu tinggi tuan, padahal hasil panen kita sangat
menurun, uang kita habis semua hanya untuk membayar pajak...
RADEN : kejam
sekali raja kaliannn...., baiklah aku akan coba menegurnya
RAKYAT : tapi
berhati-hati lah tuan karna sang raja sangat kejam....
RADEN :
baiklah...
(RAKYAT KELUAR DAN RADEN MENEMUI RAJA)
RADEN : mohon maaf tuan... kalau boleh saya
tahu mengapa tuan mengambil pajak dari rakyat begitu besar?
RAJA : siapa
kamu, lancang sekali berani bertanya seperti itu kpd aku,,,
RADEN : saya
sanuraga tuan, saya hanya bermaksud menanyakan mengapa tuan raja mengambil
pajak begitu besar, Padahal kan pada saat ini rakyat sedang mengalami penurunan
panen...
RAJA : bukan
urusan kamu, so, don’t distrub me..
RADEN : apa itu
artinya...
RAJA : tonk
hereyy manehh... patii... usirr orang ini dari kerajaann, dia hanya mengotori
kerajaan ku saja........
PATI : baik,
siaappp raja..
RADEN : tidak
perlu, aku bisa keluarr sendiriii.....
(RADEN PUN KELUAR, SETELAH ITU RAJA DAN PATI PUN KELUAR DAN
MASUK LAH NARATOR)
NARATOR :
setelah melihat kejadian raja yg memungut pajak secara paksa, raden sanuraga
pun melaporkan kejadian itu kpd sang guru, dan sang guru akhhirnya
memerintahkan raden untuk melawan sang raja. Masih penasaran dengan kisahnya
kita saksikan saja yg satu ini....
(SANG GURU DAN RADEN
MASUK)
RADEN : guru...
GURU : ada apa
murid ku terlihatnnya kamu gelisah sekali
RADEN : begini
guru, aku tadi melihat kejadian yang sangat tidak manusiawi guru..
GURU : kejadian
apakah itu, maukah kau menceritakanya....
RADEN : baik
guru, aku tadi melihat seorang pemimpin yg sangat kikir serta khianat kpd para
rakyatnya, beliau meminta pajak dgn jumlah besar dan secara paksa.
GURU :
astagfirullah... sungguh memperhatikan....
RADEN : lalu,
apa yg harus aku lakukan guru, bolehkah aku berikut campur serta melawan perlakuan
beliau tersebut....
GURU : hhmmm,
baiklah jika memang niat mu baik untuk menolong rakyat silahkan lakukan, tapi
berhati-hatilah tetap minta perlindungan kpd ALLAH SWT.
RADEN : baiklah
guru atas restumu..... aku akan melaksanakan perintah guru...
(RADEN DAN GURU KELUAR DAN
RAJA, PATI MASUK)
RAJA : pati..,
bagaimana apakah rakyat semuanya sudah membayar pajak
PATI : sudah
baginda raja, sudah semuanya...
RAJA :
hahahahahaha bagussss......
(TIBA- TIBA MASUKLAH RADEN SANURAGA)
RADEN : maaf
raja sekali lagi aku meminta kau untuk mengembalikan uang para rakyat, karna
uang itu adalah hak para rakyat...
RAJA :
heyyyy... lancang sekali kau, berani kau sama raja...
RADEN : maaf
raja, tujuan ku kemari hanya ingin menolong rakyat, tapi jika raja memaksa
untuk bertarung aku siap,
RAJA :
sommbongg kau anak muda,
RADEN : kau yg
lebih sombong anak tua
RAJA : kau
tidak takut kepadaku
RADEN : aku
hanya takut kpd ALLAH SWT.
RAJA : siapa
itu ALLAH SWT. Apa dia pendekar sakti
RADEN : bukan,
dia adalah penguasa yg sebenarnya, yg menguasai jagad raya ini,
RAJA : aku lah
penguasa jagad raya, kalau memang dia sang penguasa coba kau tunjukan dimana
dia
RADEN : ALLAH
SWT. Adalah dzat yg ada dimanapun, termasuk didalam hati para umat
RAJA : baiklah kau punya ALLAH SWT. Tapi
sekarang bisakah kau melihatnya...?
RADEN : tidak,
RAJA : bisakah
kau memegangnya...?
RADEN : tidak.
RAJA : oke,
maka kalau begitu kau tidak punya ALLAH
SWT.
RADEN : raja,,
apakah raja punya otak..?
RAJA : hahahaha,
bergurau kau, ya jelass aku punya otak...
RADEN : apakah
raja bisa melihat otak raja?
RAJA : tidak,
RADEN : apakah
raja bisa memegang otak raja?
RAJA : tidak.
RADEN :
baiklah, maka kalau begitu raja tidak punya otak...
RAJA : lancang
sekali kau, bailah kalau begitu.
Patiii... lawan dia
PATI : saya
tuannn...
RAJA : iya kamu
dulu, baru nanti aku, buru lawan dia
PATI : baik
tuan... hiyaaa jurus naga mabox..
(TERJADI PETARUNGAN ANTARA PATI DAN RADEN, PATI KALAH)
PATI : ampunnn
tuan, hamba sudah tidak kuat
RAJA : ADUHH
kamu ini, baiklah kalau begitu aku sendiri yg akan melawannya
(RAJA PUN KALAH DAN MENGAKU SALAH KEMUDIAN BERTAUBAT)
RAJA :
hexx,heexx.. baiklah aku mengaku kalah, maafkan aku dan ampuni aku..
RADEN : jangan
memohon ampun padaku, memohon ampun lah pda ALLAH SWT.
RAJA : baiklah,
raden.. aku ingin bertaubat, dan kau aku pilih menjadi raja dikerajaan ini...
tapi da beberapa permintaanku..
RADEN : apa itu
raja,
RAJA : jika aku
mati, tolong diinformasikan di toak masjid, supaya para santri tahu, dan tolong
share juga ya ke facebook.
RADEN :
baikalah raja
RAJA : dan satu
lagi permintaanku raden,
RADEN : apa itu
raja?
RAJA : dinegri
INDONESIA sana , masih banyak pemimpin yg lebih parah daripada aku, mereka
memang muslim tapi mereka lebih tamak,kikir,dusta dan khianat kpd rakyat baik
pemimpin tertinggi maupun pemimpin terendah, tolong kau sadarkan juga mereka
semua yaaa...
RADEN :
INDONESIA ya raja wahh berat kayanya raja, tapi baiklah kalau begitu
RAJA :
baiklah,” ayshadu alla illahaillallah wa asyha anna muhammadarasullah”
NARATOR :
akhirnya raja pun meninggal dengan keadaan taubat, dan kerajaan dipimpin oleh
raden sanuraga hingga rakyat pun menjadi damai sejahtra, sekianlah drama yg
kami suguhkan mohon maaf jika ada salah kata dan perbuatan, insya allah bakal
ketemu lagi dilain cerita, WASALAMUA’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH......
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar