Minggu, 04 Mei 2014

SAUNG ILMU



MUHAMAD NURSALIM

Berbunyi jika terinjak oleh kaki-kaki suci
terdapat lubang tempat mengintip para malaikat
Sedikit miring karna tunjangan tak sebanding
Yg penting tidak dinodai dana sang para penguasa

Siang menjelang saung mulai berasap pekat
Panci tua bewarna hitam nan kusam siap diangkat
Butiran beras dari para penghuni dikumpulkan
Ditiupnya songsrong menjaga api agar tetap tenang

Kaki-kaki pencari ilmu mulai melangkah
Saung mulai terlihat sepi dan lengah
Ditinggalkannya panci tua beserta isinya
Nasi setengah masak dan balok yg menimpah

Matahari mulai berlindung setengah
Para pencari ilmu kembali dengan langkah pasti
Diambilnya balok dan dibukanya panci tua
Daun pisang sebagai piring kebersamaan

Malam pun tiba dengan sangat cepat
Terdengar sahut-sahutan para fisabililah
Melantunkan ayat suci Al-qur’an dgn indah
Hingga Malam pun enggan untuk beranjak
Matahari belum memunculkan wujudnya
Para penghuni saung mulai terusik
Dipukulnya tiang saung berkali-kali
Oleh sang pengregulasi ilmu akhirat

Dengan mata yang setengah terbuka
Keluarlah para calon penghuni surga
Melanjutkan dongeng para guru tercinta
bahwa ilmu adalah harta tak terhingga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar