MUHAMAD
NURSALIM
Berbunyi jika
terinjak oleh kaki-kaki suci
terdapat lubang tempat
mengintip para malaikat
Sedikit miring karna
tunjangan tak sebanding
Yg penting tidak dinodai
dana sang para penguasa
Siang menjelang saung
mulai berasap pekat
Panci tua bewarna
hitam nan kusam siap diangkat
Butiran beras dari
para penghuni dikumpulkan
Ditiupnya songsrong
menjaga api agar tetap tenang
Kaki-kaki pencari
ilmu mulai melangkah
Saung mulai terlihat
sepi dan lengah
Ditinggalkannya panci
tua beserta isinya
Nasi setengah masak
dan balok yg menimpah
Matahari mulai
berlindung setengah
Para pencari ilmu
kembali dengan langkah pasti
Diambilnya balok dan
dibukanya panci tua
Daun pisang sebagai
piring kebersamaan
Malam pun tiba dengan
sangat cepat
Terdengar sahut-sahutan
para fisabililah
Melantunkan ayat suci
Al-qur’an dgn indah
Hingga Malam pun enggan
untuk beranjak
Matahari belum
memunculkan wujudnya
Para penghuni saung
mulai terusik
Dipukulnya tiang
saung berkali-kali
Oleh sang
pengregulasi ilmu akhirat
Dengan mata yang
setengah terbuka
Keluarlah para calon
penghuni surga
Melanjutkan dongeng
para guru tercinta
bahwa ilmu adalah
harta tak terhingga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar