Minggu, 04 Mei 2014

Ladang dan mawar




Muhamad NurSalim

Ladang hati yang gersang
dedaunan yg berserakan
Ilalang yg tumbuh liar
tanah tandus dan bebatuan kasar

sumber mata air tinggalah sejarah
tidak ada hewan untuk dipanah
semua lenyap tanpa arti
mati dan tinggalkan sunyi

kau layaknya bunga mawar
harum semerbak menyebar
sangat memikat dan menawan
kehadiran mu tebarkan kedamaian

memunculkan beribu-ribu harapan
ladang  akan kembali menghijau
mata air akan kembali datang
mampu mengusir kata galau

namun ladang terlalu tandus
untuk ditanami oleh mawar
karna mawar terlalu tulus
dia mempunyai hati yang besar


ladang sadar akan hal itu
tak beraninya dia menunggu
bertanya saja ia tak berani
terbelenggu oleh diri sendiri

ladang tidak ingin mawar mati
oleh keegoisan ladang hati
walau mawar semakin layu
namun ladang tak berani menjamu

mawar mempunyai pas bunga
yang jauh lebih sempurna
disiramnya ia setiap hari
sungguh menenangkan hati

ladang harus menerima kenyataan
bangkit dari gersang dan ketepurukan
percaya diri dan terus bersabar
meskipun tanpa kehadiran mawar

ladang bukan tak inginkan mawar
tapi ia tak selalu benar dan sering ingkar
memang didunia tak ada yang sempurna
namun cinta tak harus selalu bersama

1 komentar: