Jumat, 30 Mei 2014

NASKAH 5

ANGSA PUTIH DAN ITIK BURUK RUPA
Menceritakan tentang dua bangsa yang mempunyai pemikiran dan aktivitas yang berbeda, pada dasarnya kedua bangsa ini sama-sama muslim namun, perbedaan dari mereka lah yang membuat konflik diantara mereka.
Bangsa angsa putih dikenal sebagai bangsa yang sangat taat dalam beribadah oleh bangsa lainnya, kemudian bangsa itik buruk rupa adalah bangsa yang tidak terlalu dikenal oleh bangsa lain selain itu bangsa itik buruk rupa pun merupakan bangsa yang dipandang sebelah mata oleh bangsa lain dan tak jarang mereka juga dihina oleh bangsa lainnya.
Konflik terjadi diantara mereka disaat dua anggota dari bangsa itik buruk rupa menetap didaerah bangsa angsa putih, konflik terjadi karna bangsa angsa putih tidak mau ada bangsa lain didaerahnya dan mereka merasa terganggu oleh penampilan dan kegiatan dua anggota bangsa itik buruk rupa yang berbeda dengan mereka.
Dan puncak dari konflik tersebut adalah disaat bangsa angsa putih mencoba mengusir bangsa itik buruk rupa dengan cara memitnah bangsa itik rupa mencuri.
Namun, akhirnya seorang pengemis datang dan memberitahu siapa yang benar, dan ternyata ketua dari bangsa angsa putih laha yang telah memitnah bangsa itik buruk rupa.

PEMAIN:
1.SANGSANA (RAJA BANGSA ANGSA PUTIH)
2. TONISANA (ANAK DARI SANGSANA)
3.MONOROKO (PENGAWAL SANGSANA)
4.YUSUFIANA (RAJA BANGSA  ITIK BURUK RUPA)
5.DONIANA (ANAK RAJA YUSUFIANA)
6.PENGEMIS
7.WARGA BANGSA ANGSA PUTIH
8.WARGA BANGSA ANGSA PUTIH
9.WARGA BANGSA ANGSA PUTIH
10.WARGA BANGSA ANGSA PUTIH
11.NARATOR
Scene 1.
Narrator : diceritakan disuatau tempat dinegri dongeng terdapat dua suku bangsa yg sangat berbeda, bangsa itu adalah bangsa angsa putih dan bangsa itik buruk rupa. Bangsa angsa putih adalah bangsa yang taat beribadah namun sayangnya ketaatan beribadah mereka tidak dibarengi dengan cara menghargai bangsa lain sehingga ketika bangsa itik buruk rupa datang bangsa angsa putih tidak bisa menerimanya. Ingin tahu kisah selanjutnya langsung saja kita saksikan diTKP.

(sangsana masuk dengan anak dan pengawalnya)
Sangsana : assalamu’alaikum Wr Wb. Penontonn…. Perkenalkan nama saya sangsana raja dari bangsa angsa putih. Bangsa kami adalah bangsa yang diridhoi oleh Allah SWT.
Tonisana : assalamu’alaikum penonton… perkenalkan nama saya Tonisana, ank dari raja sangsana. Saya orangnya baik, ramah, sopan, rajin beribadah, suka menolong dan suka menabung, didalem perut…
Monoroko : assalamu’alaikum penonton, nama saya monoroko sostro widoyo mangun kuharjo adi marto sukartono. Saya pengawal dari raja sangsana…
Sangsana : anakku… kemari nak, aku akan memberitahu mu sesuatu.
Tonisana : iyah ayahanda… apa itu sesuatu yang hendak kau beritahu kepadaku?
Sangsana : sudah kah kau melaksanakan semua ibadahmu?
Tonisana : sudah ayahanda, aku sudah sholat 5 waktu disetiap harinya, dan aku sudah bezakat pula.
Sangsana : bagaimana dengan, sunnah mu?
Tonisana : sudah ayahanda, sunnahku sudah ku lakukan sesuai dengan perintahmu.
Sangsana : bagus lah kalau begitu anak ku, monoroko…?
Monoroko : iyah paduka!!
Sangsana : tolong kau ingatkan anakku ini jika dia mulai meninggalkan ibadahnya..
Monoroko : baik paduka raja….
Tonisana : ayahanda, bolehkah aku meminta izin.
Sangsana : izin kemana anakku.
Tonisana : aku ingin mencari teman ayahanda, karna aku bosan selalu sendiri.
Sangsana : baiklah, tapi jangan sampai kau lalai dalam beribadahmu.
Tonisana :baiklah ayahanda,
Sangsana : monoroko, tolong kau dampingi anakku dalam mencari teman…
Monoroko : baik paduka raja…
(semua pemain meninggalkan panggung)
Scene 2
Narator : tonisana pun pergi meninggalkan kerajaan beserta monoroko, ditempat yang lain bangsa itik rupa tekena wabah penyakit sehingga mengharuskan sang raja dan anaknya untuk berkelana kebangsa lain. Karna dalam mimpinya sang raja mendapatkan petunjuk untuk pergi ke bangsa lain demi menemukan seseorang yg mampu menyembuhkan wabah penyakit di negri itik buruk rupa.

(masuk lah raja yusufiana beserta anaknya)
Yusufiana : assalamu’alaikum Wr Wb…, penonton perkenalkan nama saya yusufiana raja dari bangsa itik buruk rupa. Walaupun buruk penampilannya bukan berati buruk ahlaknya.
Doniana : assalamu’alaikum Wr Wb… penonton perkenalkan nama saya doniana putra dari raja bangsa itik buruk rupa, buruk rupa bukan berati buruk hati.
Yusufiana : doniana anakku,,, kemari nak?
Doniana : iyah ayahanda ada apa geranga?
Yusufiana : kau tahu bahwa  bangsa kita kali ini sedang terkena wabah penyakiy,
Doniana : iyah ayahanda, lalu apa yg harus kita lakukan
Yusufiana : ayah semalam bermipi bahwa untuk mengobati wabah penyakit ini kita harus pergi berkelana ke negri angsa putih.
Doniana : baiklah ayahanda sebagai anak yang berbakti aku bersedia menemani ayahanda pergi ke negri angsa putih.
Yusufiana : baiklah mari kita pergi..                                 
Scene 3
Narator : yusufiana beserta anaknya pun memutuskan untuk pergi ke negri angsa putih, kemudian dilain tempat tonisana dan maroko sedang meneruskan perjalanannya pada saat itu mereka berjumpa dengan raja itik buruk rupa yusufiana beserta anaknya doniana.
(tonisana dan monoroko masuk kedalam pangung)
Monoroko : tuan, mau jalan kemana lagi kita ini?
Tonisana : sudah kau tidak usah bawel, ikuti saja aku
Monoroko : baiklah…
(kemudian masuklah lah yusifiana beserta anaknya doniana)
Yusufiana : mohon maaf tuan, bolehkah ku bertanya?
Monoroko : oke fix, satu pertanyaan 50ribu yah…
Tonisana : akhh kamu ini memalukan, mau bertanya apa tuan?
Yusfiana : begini, saya akan pergi ke negri angsa putih taukah tuan jalan tercepat menuju kesana?
Tonisana : ohh, kebetulan saya adalah warga dari bangsa angsa putih, mari kalau begitu saya antar…
Yusufiana : sungguh baik sekali kau tuan, semoga  Allah membalas kebaikanmu
Tonisana : aminn… oyah nama saya tonisana, kalian siapa dan berasal dari bangsa mana?
Yusufiana : saya yusufiana dan ini anak saya doniana, kami berasal dari bangsa itik buruk rupa.
Tonisana : lalu bertujuan apakah kalian datang ke bangsa angsa putih?
Yusufiana : dibangsa kami sedang terjadi wabah penyakit, maka dari itu kami bertujuan untuk mencari ramuan untuk mengobati wabah penyakit dibangsa kami.
Tonisana : hhmm oke lah aku mengerti, mari kita lanjutkan perjalanan…

Scene 4
Narrator : tonisana pun mengantar yusufiana disepanjang jalan mereka bertukar cerita, dan diam2 monoroko mendegarkan semua itu, kemudian dilain tempat dikerajaan bangsa angsa putih kedatangan seorang pengemis namun raja sangsana malah mencaci maki pengemis tersebut.
(masuklah raja sangsana dan para warga bangsa angsa putih kemudian masuklah pengemis)

sangsana : wahai para warga ku, janganlah kau lalai dalam ibadah kalian, focus… focus dan focus…
Para warga : baik paduka raja,
(tiba2 seorang pengemis datang kepada sang raja)
Pengemis : assalamu’alaikum… mohon sedekahnya pak,
sangsana : apa, sedekah, untuk siapa? Untuk kamu, lihat diri kamu, masih gagah pekarsa tidak malu kau meminta-minta
Pengemis : ini mungkin pekerjaan hina, tapi bukan tanpa alas an saya melakukanya
sangsana : waduhh kamu ini,  sudah berusaha saja dulu, cari pekerjaan, harus malu jadi tukang minta-minta
Pengemis : baiklah terimakasih atas sarannya tuan raja.

Scene 5
Narrator : dengan perasaan yg kecewa pengemis pun pergi tanpa mendapatkan uang sepeser pun. Kemudian datanglah tonisana kekerajaan bersama monoroko dgn membawa 2 orang yg berasal dari bangsa itik buruk rupa.

Tonisana : assalamu’alaikum ayahanda…
Sangsana : wa;alaikumusalam anakku, segeralah kemari ayahanda sangat merindukanmu, bersama siapa kah kau kemari?
Tonisana : ini ayah aku membawa mereka yg berasal dari bangsa itik buruk rupa,
Sangsana : apa,,, itik buruk rupa!!!!!!!!!!!
Tonisana : iyah ayah, ayahanda tidak keberatan kan kalau mereka tinggal disini?
Sangsana : ohh ok tidak tidak, silahkan…
Tonisana : baiklah ayah, ini yusufiana dan ini anaknya doniana,
(keduanya mencoba bersalaman dgn raja sangsana namun raja sangsana sungkan untuk menyentuh tangan mereka)

Narator : akhirnya yusufiana dan doniana pun menetap dipemukiman bangsa itik rupa namun, ternyata raja sangsana membenci mereka karna cara penampilan mereka yg berbeda, dan akhirnya raja sangsana beserta monoroko mendatangi tempat yusufiana dan doniana.



(masuk raja sangsana dgn pengawalnya, kemudian disusul oleh raja yusufiana dan doniana)
Sangsana : heyy… buruk rupa keluar kalian, aku ingin bicara padamu?
Monoroko : benar keluar kalian jgn bersembunyi…
(kemudian datanglah raja yusufiana dan doniana)

Yusufiana : assalamu’alaikum tuan, ada apa gerangan datang kemari,
Sangsana : wa’alaikumsalam, kemana saja kau,?
Yusufiana : kami baru saja pulang dari masjid,
Sangsana : dgn pakaian seperti ini kalian kemasjid?
Doniana : memangnya kenapaa  tuan kalau kita kemasjid dgn menggunakan pakaian seperti ini, bukankah allah menilai kekhusyuan sholat kita bukan dari pakaiannya.
Sangsana : hey, tahu apa kau anak kecil, jgn pernah sekali-kali mencoba berdebat dgn saya, kamu bukan tandingan saya.
Yusufiana : begini tuan, maksud anak saya bukan untuk mangajak berdebat tapi memang betul tidak ada hubungannya sholat dgn pakaian selagi pakaian tersebut bersih dan bebas dari najis.
Sangsana : bapak dan anak sekarang mulai bersatu ceritanya, kalian tidak tahu saya siapa, saya adl raja angsa putih yg paling dikenal taat dalam beribadahnya oleh bangsa yg lain.
Yusufiana : baiklah tuan saya mengerti, bolehkah tuan jelaskan apa alasanya tuan memajibkan sholat dgn memakai pakaian yg mewah?
Sangsana : baik aku akan jelaskan, dgn memakai pakaian mewah ketika sholat maka akan menambah kekhusyuan dalam beribadah dan orang2 akan menilai aku adalah ahli ibadah yg sesungguhnya.
Yusufiana : astagfirullah.., tujuannya saja sudah jelek ingin dinilai oleh manusia, bukankah urusan sholat hanya dgn allah? Dan sebenarnya saya pun bisa membeli baju yg mewah seperti tuan, namun saya lebih memilih memberikan uangnya kpd saudara dan tetangga saya yg lebih memerlukan.
Doniana : benar tuan, bukan kami tidak bisa membeli lalu memakai pakaian seperti tuan, tapi kami takut dipertanggung jawabkan, kami bisa membeli baju yg mewah tetapi saudara dan tetangga kami masih ada yg kelaparan….
Monoroko : benar itu benar… kerenn kata-katanya
Sangsana : monoroko, kamu membela mereka
Monoroko : tidak tuan tidak,
Sangsana : berani sekali yah kalian menyeramahiku, baiklah kalau ini mau kalian tunggu tanggal mainnya.
Monoroko : hahh, mainnya tanggal berapa tuan?
Sangsana : aduhh kamu, pengawal oon… hayu kita pulang.
(sangsana dan monoroko pun keluar)
Doniana :ayahanda, nampaknya tuan raja marah, aku takut dia melakukan tindakan yg macam2
Yusufiana : tenanglah anakku, jgn kau su’udzhon seperti itu, allah bersama orang2 yg benar. Sabarlah
Doniana : baiklah yah…

Narator : nampaknya raja sangsana tidak terima diceramahi oleh yusufiana dan doniana, dan akhirnya raja sangsana pun membuat berita palsu alias memitnah yusufiana dan doniana karna dia dendam dgn mereka.
(masuk raja dan pengawalnya)
Sangsana : monorokoo… kemari kau?
Monoroko : baik paduka, ada apa gerangan,
Sangsana : kumpulkan warga sekarang juga,
Monoroko : untuk apa tuan,
Sangsana : sudah kau jangan banyak Tanya, panggil mereka semua,
Monoroko : baik tuan, para warga kumpulll kumpulll wooyy warga kumpulll… helllooo para warga kumpull kumpull
(masuklah para warga)
Sangsana : wargaku sekalian, setelah aku selidiki ternyata dua orang yg berasal dari bangsa itik buruk rupa tersebut menganut aliran sesat..
Para warga : hahh sesatt…
Monoroko : hahh sasett,,,
Sangsana : benar,, malam ini juga kita harus habisi mereka, karna jihad bagi kita jika kita memusnahkan aliran sesat  …
Para warga : baiklah hayu…allahu akbar…
(kemudian masuklah yusufiana dan doniana)
Sangsana : itu mereka orangnya, hayu habisi sekarang juga..
(para warga memukuli yusufiana dan doniana, tiba2 datang tonisana kemudian datang pengemis yg sudah berganti pakaian layaknya seorang ulama)
Tonisana : tunggu, berhentiii apa-apan ini… ayah apa yg telah ayah lakukan
Sangsana : mereka menganut aliran sesat, sudah kau jangan lindungi mereka, mari wargaku habisi mereka…
Pengemis : tunggu….. apakah kalian sudah punya bukti bahwa mereka sesat
Sangsana : sudah, mereka menyimpang, mereka sesat.. hayu wargaku lanjutkan
Pengemis : tunggguuu… baiklah kalau kalian tetap ingin melakukannya, ini saya memegang batu besar, silahkan yg MERASA TIDAK PUNYA DOSA lemparkan batu ini kekepala mereka, saya yakin mereka akan langsung mati, hayuu lakukan, siapa yg merasa tidak punya dosa, lakukan… hayu kau raja tidak punya dosa, hayu lakukan…
(semua warga terdiam, dan begitu pula raja sangsana)
Pengemis : apakah kau masih ingat dengan ku tuan raja,
Sangsana : kau pengemis itu..
Pengemis : yah aku lah pengemis yg kau caci-maki ketika itu, kau bangga dgn pakaian mewah dan mahal mu tapi untuk memberi pengemis saja kau tidak bisa, malah kau mencaci maki. Kalian para warga… yg sebenarnya sesat adalah raja kalian,raja kalian sesat otaknya, dia terlalu silau oleh kenikmatan dunia, dia terlalu sibuk oleh penilaian manusia, dia tidak menyadari bahwa sebenarnya urusan ibadah hanya dgn Allah SWT.
(seketika raja bersujud kpd pengemis dan meminta ampunnn)
Sangsana : maafkan aku, ampuni aku…
Pengemis : jangan kau memohon ampun kepadaku, memohon ampunlah kpd Allah yg maha pengampunan umatnya yg mau kembali kejalannya. Dan kau yusufiana doniaana pulanglah kebangsa pun skrg juga, Allah sudah mencabut cobaan wabah penyakit dibangsa kalian,
Yusufiana : alhamdulilah ya rob,
Pengemis : dan kau tonisana ikutlah bersama mereka sampai ayahmu benar2 kembali kejalan yg benar,
Tonisana : baik…

Narrator : akhirnya sang raja sangsana pun menyadari kesalahanya, dan dia segera taubat beserta seluruh warganya, yusufiana dgn doniana kembali ke bangsa itik buruk rupa beserta tonisana, mereka hidup tentram dan sejahtra.
Dari cerita tersebut yg terkena wabah penyakit paling berbahaya adalh bangsa angsa putih, karna mereka terutama raja mereka mengidap penyakit SOMBONG, RIA, DAN TAKABUR…
Mudah-mudahan bangsa kita atau khususnya desa kita ini desa bojong terhindar dari penyakit berbahaya tersebut.. Aminnn
Cerita tadi hanyalah cerita rekaan yg fiktif belaka, kami memohon dibukakan pintu maaf yg sebesar-besarnya jika ada kesamaan nama atau tempat atau ada kesalahan kata dan perbuatan, semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya dari cerita tersebut, sekian dari kami wasalamu’alaikum WR WB.










 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar